Spare Part Mobil dan Fungsi yang Sering Disalahpahami

  • Whatsapp

Setiap bagian mobil memiliki peran dan fungsi tertentu. Namun, tidak jarang beberapa spare part mobil memiliki fungsi yang sering disalahpahami oleh sebagian pengguna. Misunderstanding ini bisa berakibat fatal, seperti kerusakan lebih lanjut atau bahkan mengancam keamanan pengemudi dan penumpang. Artikel ini akan mengupas lebih dalam tentang spare part mobil yang fungsi sebenarnya sering disalahpahami.

Spare Part Mobil dan Fungsi yang Sering Disalahpahami

Berikut adalah beberapa spare part mobil dan fungsi yang sering disalahpahami:

1. Filter Udara

Filter udara berfungsi untuk menyaring debu dan partikel lain yang masuk ke dalam mesin melalui saluran udara. Banyak yang beranggapan bahwa filter udara hanya berperan dalam meningkatkan efisiensi bahan bakar. Padahal, fungsi utama dari filter udara adalah untuk mencegah debu dan partikel lain merusak komponen dalam mesin.

2. Kanvas Kopling

Banyak yang beranggapan bahwa kanvas kopling yang sudah aus perlu diganti dengan yang baru. Padahal, dalam beberapa kasus, kanvas kopling yang aus bisa diperbaiki dengan cara dibubut. Tentu saja, ini harus ditentukan oleh mekanik yang berpengalaman.

3. Timing Belt

Timing belt berfungsi untuk menghubungkan poros engkol dan poros noken as, serta beberapa komponen lainnya seperti pompa air dan alternator. Banyak yang beranggapan bahwa timing belt hanya berfungsi sebagai penggerak noken as. Padahal, jika timing belt putus, seluruh sistem kerja mesin bisa terganggu.

4. Katup EGR

Katup EGR (Exhaust Gas Recirculation) berfungsi untuk meredam suhu mesin dengan cara mengalirkan kembali sebagian gas buang ke ruang bakar. Banyak yang beranggapan bahwa katup EGR hanya berfungsi untuk mengurangi emisi gas buang. Padahal, fungsi utamanya adalah mencegah kerusakan pada mesin karena suhu yang terlalu tinggi.

5. Rem ABS

Sistem rem ABS (Anti-lock Braking System) berfungsi untuk mencegah roda terkunci saat rem mendadak, sehingga pengemudi masih bisa mengendalikan arah mobil. Banyak yang beranggapan bahwa sistem rem ABS akan membuat jarak pengereman menjadi lebih pendek. Padahal, jarak pengereman dipengaruhi oleh banyak faktor, seperti kecepatan mobil, kondisi jalan, dan tekanan pada pedal rem.

6. Oli Mesin

Oli mesin berfungsi untuk melumasi, mendinginkan, dan membersihkan komponen mesin. Banyak yang beranggapan bahwa oli mesin yang lebih kental akan lebih baik untuk melumasi komponen mesin. Padahal, viskositas oli mesin harus disesuaikan dengan spesifikasi mesin dan kondisi penggunaan.

7. Ban Tubeless

Ban tubeless sering disalahpahami sebagai ban yang tidak bisa bocor. Padahal, ban tubeless bisa tetap bocor, namun cara kebocorannya berbeda dengan ban biasa. Jika ban biasa bocor bisa menyebabkan ban kempes secara mendadak, ban tubeless biasanya akan kempes secara perlahan.

Memahami fungsi sebenarnya dari setiap spare part mobil sangat penting untuk menjaga kinerja dan keawetan mobil. Selalu konsultasikan dengan mekanik berpengalaman jika Anda merasa tidak yakin tentang fungsi dan cara perawatan spare part mobil Anda. Selain itu, belilah spare part mobil di tempat yang terpercaya untuk mendapatkan produk yang berkualitas dan sesuai dengan kebutuhan mobil Anda.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *